Anomali atau kebiasaan ?


Ilustrasi

Ilustrasi

Harga air minum dengan merek Aq*a galon di kota Jakarta semenjak Lebaran Oktober ini masih tidak menentu. Parahnya hingga hari inipun banyak tempat yang masih belum normal mendapatkan pasokan air galon tersebut. Kemasan dalam bentuk gelaspun masih lumayan susah di cari di pasaran. Beberapa orang mengaku harus antri untuk membeli air galon tersebut. Ada apakah?Pikir punya pikir “mau minum saja pake susah”

Lepas dari peredaran air konsumsi untuk diminum tersebut, terdengar kabar dari masyarakat luas bahwa harga minyak tanah pun menginjak level diatas Rp 10.000,00/liter. Masa  iya ? Bisa-bisa rakyat kecil masak pake “Pertamax” atau “Bensin” aja deh lebih murah.

Diyakini ataupun dipungkiri, kenyataanya konversi minyak tanah ke elpiji masih belum sepenuhnya mengena pada sasaran walaupun tujuan dari konversi itu baik. Alhasil masih banyak yang menggunakan minyak tanah sebagai bahan bakar sehari-hari.

Yang dipertanyakan adalah, kondisi yang belum normal ini apakah efek dari pergerakan ekonomi negara “Barat” sana atau memang sudah menjadi kebiasaan untuk tidak menentu? Lha repot dong kalo gini dimana masih banyak urusan yang lebih penting lainnya yang tidak menentu pula.

Semoga saja negara kita ini bisa berbenah diri. Peace Yo!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s