Menyaring konten blog di internet ?

19 11 2008
Ilustrasi

Ilustrasi

Filtering konten itu berat, kalau satu situs yang diblok dan tidak menyebar kemana-mana sih gampang. Masalahnya, konten itu kan bisa dimuat di berbagai media, sehingga sulit untuk dikontrol,” dikutip dari DetikInet, Rabu (19/11/2008).

Sejenak setelah membaca berita tersebut, terdiam seribu bahasa mencoba memahami makna sebenarnya.

Baru tersadar bahwa di era internet mulai mempersembahkan kemudah-kemudahan untuk beraktivitas di dunia maya ini, ternyata menyimpan sesuatu yang menakutkan (menurut saya), yaitu beredarnya konten yang tidak bertanggung jawab, abal-abal, ngapusi, OT (omong tok), kamso, katrok dalam artian bisa menjerumuskan pembacanya. Namun itulah efek samping dari kemajuan teknologi. Disini saya tidak akan membahas konten seperti apa yang termasuk katagori katrok, kamso, abal-abal dan sebagainya itu, tetapi mencoba untuk mencari solusi dalam menyaring konten-konten yang bisa dimasukkan katagori bahaya.

Orang awam seperti saya ini punya metode sendiri, namun untuk saat ini cuma bisa diterapkan untuk diri sendiri dan belum tentu cocok diterapkan untuk orang lain. Terus bagaimana dengan adik-adik saya, teman-teman saya? Apakah mereka juga melakukan filtering?

Pertanyaan-pertanyaan semakin bermunculan di pikiran saya. “Emangnya perlu di filter? kan saya sudah tahu mana yang menurut saya cocok saya buka”, “Wah kalau di filtering, ga bebas dong”, “Apa sih arti kebebasan berinternet?”, “Blognya si Anuanu itu bener ga sih?”, “Mesin yang buat filtering gedenya seperti apa ya?”, “Siapa yang sangat bertanggung jawab atas isi konten dari blog atau website?”, “blah  blah blah”, “de el el”.

“Mbok yo do sadar jangan bikin ribut”

Paling saya bisanya menghela nafas sambil bergumam, “wong awam ini blum menemukan solusinya, ada yg mau kasih solusi?”





Mengintai Traffic Browser Komputer Kita

20 10 2008
Ilustrasi

Ilustrasi

Mengintai kesanya melihat tanpa minta ijin atu memata-matai sesuatu. Namun kali ini yang kita intai adalah aktivitas browser dari komputer kita sendiri (no problemo dan tidak menyalahi UU *seharusny*). Sejauh mana kita mengetahui apa yang dikerjakan oleh browser kita seperti Internet Explorer ( IE ), Mozila, Netscape, dll pada waktu kita click suatu url / link / alamat website di internet? Atau tiap kali kita aktifkan Yahoo! Messenger pada desktop kita, atau setiap kali menjalankan IE tanpa memanggil website tertentu. Jawaban saya adalah “I don’t know exactly“.

Jawab saya diatas bukan basa basi yang terlalu basi. Namun dengan perkembangan dunia IT / Internet / Era Komputerisasi ini membuat saya serasa semakin tidak tahu ada apa dengan komputer saya yang biasa saya pakai sehari-hari sebagai orang awam.

Kali ini dengan sedikit trick dan bantuan proxy server yang ada pada lab saya, sedikit banyak saya dapat memonitoring aktivitas komputer saya disaat online, paling tidak aktivitas web browser saya.  Pada Internet Explorer saya pasang proxy ke Proxy Server saya. Perlu diketahui bahwa pada windows yang memiliki IE sebagai default browsernya, program messenger seperti Yahoo! Messenger mengitu konfigurasi dari IE tersebut.

Sebenarnya tidak harus menggunakan proxy server, bisa juga menggunakan software-software firewall yang di install pada komputer yang bersangkutan. Namun hal ini tidak saya lakukan dikarenakan apabila system komputer yang saya pakai sudah terkontaminasi dengan mahkluk seperti worm, virus, trojan, dan variantnya yang ternyata juga melumpuhkan firewall kita, sama aja bohong.

Setelah sukses memasang proxy pada connections option di IE, bisa di mulai pengintaian terhadap browser kita disaat melakukan surfing atau browsing. Tentunya pengintaian tersebut dilakukan dengan cara kita melihat atau memonitoring proxy server tersebut.

Hasil pemantauan cukup membuat saya sedikit jadi mengerti bahwa ternyata ada traffic internet yang dilakukan oleh komputer saya tanpa saya sadari atau tanpa saya bayangkan. Misalnya saja, disaat YM saya idle pun ternyata pada log proxy terdapat traffic dari komputer saya ke alamat yahoo. Sebagai orang awam tentunya hal ini adalah baru bagi saya. “Kirain kalo YM idel tidak ada aktivitas komputer saya ke internet”, pikir saya. Ternyata asumsi saya salah wahai pembaca.

Contoh Hasil Pengintaian

Contoh Hasil Pengintaian

Berikut gambar contoh hasil pengintaian pada proxy server disaat komputer saya idle. Pada gambar tersebut menunjuka adanya request / aktivitas dari komputer saya ke alamat url tertentu disaat komputer saya iddle. Bukan karena worm, virus, atau trojan, tapi bisa saja karena hasil install suatu program seperti YM, toolbar, serch program, dan lain sebagaianya. Jadi jangan panik dahulu bahwa system kita rusak terkena virus.

Dengan demikian, saya jadi lebih mensortir program-program yang saya install pada komputer dengan alasan supaya tidak terlalu banyak request atau beraktivitas ke internet. Kasian teman-teman yang sharing koneksi internet dengan kita, bisa-bisa mereka terganggu. Tidak hanya itu, jangan heran apabila komputer kita terkadang terasa lambat membuka atau mengakses suatu situs, perlu di intai apakah web browser kita hanya menuju pada website bersangkutan, atau justru lari kemana mana.

Begitulah hasil cerita dibalik intai mengintai. Diharapkan bisa dijadikan tambahan informasi bagi siapa saja kususnya bagi mereka yang lebih awam.





Mempromosikan Diri Lewat Situs Jejaring Sosial

12 09 2008
Ilustrasi

Ilustrasi

Facebook, MySpace dan Friendster ditengarai sebagai situs dari beberapa situs jejaring sosial yang mulai digunakan untuk bahan referensi dalam perekrutan calon karyawan. Terdengar tidak umum namun terjadi. Mungkin sudah banyak yang tahu, namun tidak ada salahnya untuk di segarkan kembali. Berita ini sudah di hembuskan pada beberapa website luar negeri seperti www.onrec.com (Online Recruitment).

Beberapa alasan mengapa situs-situs tersebut digunakan sebagai bahan referensi adalah mereka (situs-situs tersebut) dapat menyediakan beberapa informasi seseorang mengenai data pribadi, latar belakang, maupun gambaran aktifitas sehari-hari.

Ditambahkan, bahwa beberapa dari HRD suatu perusahaan bisa mendapatkan gambaran mengenai “berbahayanya” seseorang melalui situs-situs tersebut. Contohnya apabila seseorang calon karyawan mempunyai posting atau profile yang menyimpang pada situs tersebut. Terkadang tanpa pikir panjang, seseorang dengan leluasanya memamerkan salah satu aktiftasnya mengambil barang di toko tanpa membayar, atau dengan bangga menampilkan foto dirinya sedang mabok.

Namun tidak sedikit pula yang menampilkan profile seorang yang bijaksana, penuh pertimbangan dan berhati hati dalam membuat tulisan atau posting.

Dari hasil penelusuran yang seksama, para HRD perusahaan akan mendapatkan informasi-informasi pendukung bagi para calon karyawannya. Dari situs tersebut juga bisa di gali informasi atau gambaran mengenai attitude seseorang calon karyawan.

Dengan demikian,tidak ada salahnya apabila kita mempromosikan diri pada situs-situs jejaring sosial tersebut, terutama yang populer atau ramai di kunjungi orang. Sedikit mengurangi penampilan profile atau data yang buruk akan lebih membantu mendapatkan nilai positif di mata orang.

Lagian, saat ini banyak artis yang mulai ikut membuat profile pada facebook maupun friendster sebagai salah satu upaya untuk bersosialisasi di dunia internet.

Bagaimana dengan anda? Jaman sudah semakin maju. Internet sudah dimana-mana. Mari kita perbaiki profile kita dengan nilai yang profesional.

refrensi : www.onrec.com, www.detik.com





“Discomgoogolation” Wabah atau Trend ?

9 09 2008
Discomgoogolation

Discomgoogolation

Kita coba perhatikan pola diri kita dalam berinternet sehari-hari. Apakah kita termasuk yang kecanduan internet? Apakah kita termasuk kelompok orang yang harus terhubung dengan internet? Dalam hal intropeksi diri akan lebih sulit dibanding menilai orang lain.

Discomgoogolation merupakan istilah yang menurut saya adalah baru diberitakan pada tahun ini. Disinyalir bahwa sebutan tersebut ditujukan kepada para golongan orang yang sudah mulai terjangkit perasaan cemas, gelisah hingga stress apabila tidak segera mengakses internet untuk mendapatkan informasi secepat mungkin. Serasa kecanduan, namun kali ini saya tidak setuju dengan mereka yang menyebut dengan sebutan kecanduan.

LONDON (Reuters) – Feeling stressed or anxious at an inability to access the Internet? Don’t worry, you’re not alone and now there’s a word for it: “discomgoogolation”. (kutipan dari )

Tentunya hal tersebut sekilas merupakan efek positif bahwa ada perasaan ingin mengetahui berbagai macam informasi. Namun akan menjadi sebaliknya apabila sudah menimbulkan perasaan cemas, takut dan gelisah hingga menimbulkan stress apabila tidak mendapatkan koneksi internet.

Repotnya kalau pas jalan-jalan ke desa tanpa internet gimana coba? Tidak mungkin mereka jalan-jalan ke tempat yang tidak ada akses internetnya. Mereka seperti sudah terkurung dalam dunianya sendiri untuk selalu mengakses internet.

Menurut saya pribadi, perilaku tersebut merupakan salah satu efek dari kemajuan jaman dimana internet sudah mulai banyak masuk di dalam kehidupan manusia. Hal tersebut didukung penggunaan internet atas penyajian informasi yang cepat dan koneksi akses yang cepat pula, seperti contoh di Indonesia sudah mulai menjamur di kota-kota besar penggunaan akses internet broadband dan sudah banyak pula koran-koran yang menyajikan suguhan di internet. Apa jadinya “living in USA”?

Kalau sudah begitu apakah perlu di cemaskan? Tentunya anda sendiri yang bisa memikirkan langkah terbaik untuk beraktivitas seputar internet.

Yang perlu diperhatikan adalah untuk selalu berinteraksi dengan lingkungan di sekitar kita dimana hal tersebut dipercaya bisa meredam angka ketergantungan terhadap sesuatu.

Apa hubungannya dengan google?





"Discomgoogolation" Wabah atau Trend ?

9 09 2008
Discomgoogolation

Discomgoogolation

Kita coba perhatikan pola diri kita dalam berinternet sehari-hari. Apakah kita termasuk yang kecanduan internet? Apakah kita termasuk kelompok orang yang harus terhubung dengan internet? Dalam hal intropeksi diri akan lebih sulit dibanding menilai orang lain.

Discomgoogolation merupakan istilah yang menurut saya adalah baru diberitakan pada tahun ini. Disinyalir bahwa sebutan tersebut ditujukan kepada para golongan orang yang sudah mulai terjangkit perasaan cemas, gelisah hingga stress apabila tidak segera mengakses internet untuk mendapatkan informasi secepat mungkin. Serasa kecanduan, namun kali ini saya tidak setuju dengan mereka yang menyebut dengan sebutan kecanduan.

LONDON (Reuters) – Feeling stressed or anxious at an inability to access the Internet? Don’t worry, you’re not alone and now there’s a word for it: “discomgoogolation”. (kutipan dari )

Tentunya hal tersebut sekilas merupakan efek positif bahwa ada perasaan ingin mengetahui berbagai macam informasi. Namun akan menjadi sebaliknya apabila sudah menimbulkan perasaan cemas, takut dan gelisah hingga menimbulkan stress apabila tidak mendapatkan koneksi internet.

Repotnya kalau pas jalan-jalan ke desa tanpa internet gimana coba? Tidak mungkin mereka jalan-jalan ke tempat yang tidak ada akses internetnya. Mereka seperti sudah terkurung dalam dunianya sendiri untuk selalu mengakses internet.

Menurut saya pribadi, perilaku tersebut merupakan salah satu efek dari kemajuan jaman dimana internet sudah mulai banyak masuk di dalam kehidupan manusia. Hal tersebut didukung penggunaan internet atas penyajian informasi yang cepat dan koneksi akses yang cepat pula, seperti contoh di Indonesia sudah mulai menjamur di kota-kota besar penggunaan akses internet broadband dan sudah banyak pula koran-koran yang menyajikan suguhan di internet. Apa jadinya “living in USA”?

Kalau sudah begitu apakah perlu di cemaskan? Tentunya anda sendiri yang bisa memikirkan langkah terbaik untuk beraktivitas seputar internet.

Yang perlu diperhatikan adalah untuk selalu berinteraksi dengan lingkungan di sekitar kita dimana hal tersebut dipercaya bisa meredam angka ketergantungan terhadap sesuatu.

Apa hubungannya dengan google?